Bawa Keluarga Studi Master di Belanda 2021/2022

Semoga postingan ini bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mempersiapkan untuk membawa keluarga saat studi. Membawa keluarga saat studi memang tidak mudah, tapi worth it untuk diperjuangkan. Sebelumnya saya cerita kondisi saya dulu ya, cerita pengajuan MVV saya untuk keluarga terbilang unik karena saya sedang hamil besar saat mau memulai studi. Sehingga keberangkatan saya ditunda sampai saya melahirkan dan rencananya supaya berangkat bareng sekeluarga. Ternyata gak bisa, namun saya jadi belajar beberapa tips-tips yang harus dilakukan kalau ingin mengajukan MVV keluarga. Mengajukan MVV keluarga bisa di negara kita atau saat di Belanda. Sebenarnya lebih cepat ketika sudah di Belanda karena bisa mengajukan secara online dan bisa memantaunya melalui aplikasi, namun beberapa hal yang perlu diingat bahwa untuk masuk ke aplikasinya kita harus memiliki BSN number atau semacam nomor social service Belanda. Nah, si BSN ini membuatnya cepat, hanya saja untuk mendapatkan waktu appointment biasanya tidak cepat. 1-2 minggu baru bisa dapat jadwal. Oh ya soal, appointment ini mungkin sudah paham ya kalau di Belanda semuanya serba harus bikin appointment. 

Jika di negara asal maka pastikan mempersiapkan dokumen jauh-jauh hari. Berikut beberapa tips yang bisa saya berikan.

1. Baca semua aturan di IND.NL 

https://ind.nl/en/apply-for-mvv-and-residence-permit-from-abroad temen-temen bisa liat di link ini karena imigrasi Belanda adalah yang paling sering berubah aturannya. Jadi pastikan kamu memahami dan membaca semua aturannya, masuk ke IND.NL dan masuk ke page bring your family. Sponsor dalam hal ini adalah student. Jadi student mengajukan MVV untuk keluarga. Sebaiknya student sudah memiliki V-Number yang diberikan imigrasi kampus masing-masing. Setiap orang harus diisi dokumen nya beserta dengan bukti pelengkap satu bundle. Tidak semua dokumen diisi, hanya yang relevan saja dan sesuai kondisi, semua bukti-bukti dilampirkan dengan lengkap. 

2. Persiapkan dokumen legalisir sebelum apply MVV

Beberapa dokumen yang perlu disiapkan ketika mengajukan MVV sebagai berikut (please check lagi ketentuan di IND ya!) : a) Akta lahir translate yang di legalisir di 3 tempat Kemenkumham-Kemenlu-Kedutaan Belanda, b) Akta nikah di legalisir Kemenag-Kemenkumham-Kemenlu-Kedutaan Belanda, c) bukti saving (jumlahnya minimal cek di IND.NL), d) Foto untuk imigrasi (ambilnya di deket Sabang-Jakarta aja). 

Untuk a) dan b) dokumennya membutuhkan waktu untuk dilegalisir dan sistemnya online, bisa dicek ya di masing-masing kementeria, banyak yang sharing, intinya persiapkan secepat mungkin dan kalau ga pake agen bisa cepat kok, asal sabar. 

3. Bikin appointment ke Kedutaan

Salah satu problem terbesar saat pengajuan MVV ini adalah waktu appointment Kedutaan Belanda suka penuh, maklum karena orang ke Belanda dari Indonesia banyak banget. Jadi, saran saya meski kamu sedang mempersiapkan bahan-bahan segera bikin appointment kedutaan Belanda. Termasuk appointment untuk legalisir dokumen dan pengajuan dokumen MVV keluarga. Setiap orang satu jadwal appointment ya, jadi kalau bertiga maka bikin appointmentnya 3 kali. Googling aja ya appointment Kedutaan Belanda Indonesia.

4. Mengisi Formulir dan mengajukan Dokumen

Kedutaan Belanda Indonesia pada saat saya mengajukan tidak lagi bertanggungjawab untuk mengirimkan dan men-scan dokumen  ke IND, jadi kita langsung sendiri bisa mengajukan dokumen melalui email ke IND.NL. Tapi tetap kita harus ke Kedutaan Belanda untuk mengajukan MVV agar mereka dapat mendaftarkan ke sistem Imigrasi Belanda, lalu kita akan mendapatkan V-Number. V-Number ini sangat spesifik setiap orang dan harus disimpan baik-baik. 

Jadi saya waktu itu mengisi formulir setiap orang dan melampirkannya dengan kelengkapan dokumen, jadi semacam satu bundle dokumen. Formulir yang diisi juga ada di IND.NL ya, tidak semua diisi hanya disesuaikan dengan kondisi siapa yang mengajukan. Baca baik-baik penjelasannya. Waktu itu saya mengiisi untuk suami dan 2 anak dan menjadi 3 bundle. Setelah diisi dan dilampirkan semua dokumen penyerta. Saya ke Kedutaan Belanda (sudah membuat janji jauh hari). Lalu di cek oleh petugas, kita diminta menscan sidik jari, dan diminta fotonya, lalu dimasukan ke sistem Imigrasi Belanda dan mendapatkan V-Number untuk setiap orang. setelah selesai kita pulang dan menscan sendiri semua dokumen dan mengirimkan ke email Imigrasi Belanda. Btw, semua anggota keluarga yang mengajukan harus hadir ke Kedutaan Belanda ya.

5. Follow Up

Waktu tunggu pengajuan MVV itu 90 hari dari waktu pengajuan kita ke Kedutaan Belanda atau waktu mendapatkan V-Number. Btw, Kedutaan Belanda dan Imigrasi Belanda itu berbeda ya, yang membantu pengajuan awal memang Kedutaan Belanda tapi prosesnya setelah itu ada di Imigrasi Belanda. Nah, rata-rata temen saya mendapatkan jawaban setelah 28 hari - 90 hari, biasanya kebanyakan mendekati 90 hari. Apabila ada dokumen kamu yang kurang maka jadwal pengajuan akan ke-reset dan diulang (hal ini terjadi pada MVV keluarga saya). Jadi pastikan semua dokumen kamu lengkap ya jangan sampai ada yang tertinggal, termasuk pernyataan TB untuk anak di formulir harus juga diisi. 

Ada baiknya juga setelah 20 hari pengajuan atau 1 bulan, menelepon IND pusat untuk menanyakan prosesnya. biasanya jika tidak ada masalah setelah 1 bulan kamu tidak akan dihubungi kedutaan, tapi jika ada kekurangan dokumen maka kedutaan akan menelepon dan meminta kamu melengkapi. 

**Tips telepon IND paling ampuh jam 09.00 AM CEST (waktu Belanda) dan 14.00 PM CEST (biasanya saya telepon kurang 1 menit biar diangkat. 

6. Spesial Case 

Intinya selalu ada jalan kalau kamu dalam kondisi sulit, kondisi saya terbilang sulit dan menurut saya kalau kamu rasa kamu berhak mendapatkan keringanan maka ajukan lah. Waktu itu saya harus berangkat December untuk ujian di kampus dan bayi saya baru lahir bulan Oktober. Jadi kami baru bisa mengurus pasport dan legalisasi surat-surat setelah 2 minggu anak lahir. Belum lagi menunggu legalisasi dokumen akta lahir di 3 kementerian yang membutuhkan waktu, sehingga saya baru bisa mengajukan MVV di pertengahan November, mengirimkan email, dan memang dari IND tidak akan ada jawaban. Setelah 1 bulan menunggu ternyata ada dokumen anak saya yang kurang dan mereka meminta mengirimkan lagi melalui email. Sehingga sampai december saya harus berangkat duluan, meninggalkan bayi usia 2 bulan masih ASI eksklusif sungguh sedih. 

Saat di Belanda saya menelepon dan menanyakan situasi MVV keluarga saya, ternyata waktu tunggu di reset karena ada dokumen saya yang kurang, seharusnya bulan februari sudah bisa keluar MVV, namun di jadwalkan maret 2022 baru ada hasil. di IND tidak ada istilah speed up process document, tapi saya mengajukan speed up karena situasi saya, saya sampai membuat surat pernyataan dan keterangan dokter bahwa saya harus menyusui anak sesegera mungkin. Setiap hari jam 09.00 CEST dan 14.00 CEST saya menelepon IND untuk menanyakan apakah bisa dipercepat, dan percayalah, meskipun petugasnya tidak semua baik, tapi inshallah ketemu yang baik dan mau membantu kita. Akhirnya setelah terus menelepon dan meyakinkan MVV keluarga saya keluar hanya dalam hitungan waktu 10 hari. Pada tanggal 23 December MVV keluarga saya sudah keluar. Saya dulu rada menyesal, mungkin kalau menelopon saat di Indonesia dan follow up mungkin saya bisa berangkat bareng keluarga. Tapi manusia hanya berencana Tuhan jua-lah yang menentukan. Intinya berikhtiar sebaik mungkin. 


Sip, sekian tips dan cerita nya.

Veel success..

#Bawakeluarga #studimaster #MVVkeluarga

Komentar

Postingan Populer